Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), Arief Toengkagie didampingi Kepala Bidang III BBTNKS, Iwin Kasiwan dan Kepala Seksi Wilayah VI BBTNKS M. Zainuddin mengapresiasi inisiatif kelompok perempuan (KPPSWD dan KPPL Maju Bersama) dalam diskusi pada Selasa (21/11/17).
“Positif justru, dan saya ikuti sedari awal. Jadi, walaupun saya tidak bertemu langsung, tapi saya ikuti sedari awal kegiatan-kegiatan mereka (KPPSWD dan KPPL Maju Bersama) di sini. Dan saya respon terus ke teman-teman (Pengelola TNKS) di sini, itu harus dilakukan, karena bagus ke depannya, dan ini bisa menjadi suatu trigger (pemicu) untuk Indonesia.” — Kepala Balai Besar TNKS Arief Toengkagie Lihat video
Ketua KPPL Maju Bersama Desa Pal VIII, Rita Wati menyampaikan inisiatif untuk terlibat mengelola TNKS kepada Kepala BBTNKS Arief Toengkagie.
Kepala BBTNKS Arief Toengkagie dan jajarannya berfoto bersama KPPSWD, KPPL Maju Bersama Desa Pal VIII dan perempuan Desa Babakan Baru dan Karang Jaya.
Gerakan perempuan petani kopi membangun Kebun Kopi Tangguh Iklim tak lagi sekadar dianggap relevan, melainkan mendesak untuk dimasifkan. Di tengah cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi akibat…
“Tentunya kami, Pemerintah Daerah Rejang Lebong, berterima kasih. Ibu-ibu telah mencetuskan solusi terhadap permasalahan keseharian yang dihadapi petani kopi saat ini,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan…
Komunitas Adat Muara Dua, Semende Ulu Nasal di Kabupaten Kaur meresmikan sekolah adat pada Sabtu (18/10/25). Sekolah yang dibangun secara bergotong-royong dengan konstruksi kayu beratap kayu Sirap…
“Ini yang saya cari,” ujar Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP dalam diskusi bersama perwakilan Koalisi Perempuan Petani Kopi Desa Kopi Tangguh Iklim (Koppi Sakti) Bengkulu di…
Sebanyak 40 orang perempuan petani kopi dari 20 desa di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong menandatangani surat permintaan kepada bupati agar memfasilitasi para perempuan petani kopi…
“Bubugh (bubur). Wajib ada saat jamuan adat perkawinan di adat kami, orang Besemah Padang Guci. Tidak bisa tidak ada,” kata Endang Putriani (36), perempuan Besemah Padang Guci…