Mata Dewi Herlinda terus berbinar. Pandangannya beralih cepat dari satu rumpun ke rumpun lainnya. Bibirnya sedikit terbuka, dengan kedua ujungnya membentuk guratan halus menyerupai senyum. Dengan sepatu…
Kulik… kulik… Supartina Paksi baru saja berhenti mengayunkan palu dengan tangan kanannya setelah memaku papan larangan pada batang pohon res yang diselimuti rimbunan daun sisik naga. Tiba-tiba,…
“Selama ini, kita menganggap kawo dan kebun kawo biasa saja,” ujar Harwan Iskandar yang bersila di tepi kiri terpal plastik oranye yang dibentangkan di pinggir kanan kebun…
“Pedas padi dimakan kerau,” ujar Ilis. Ucapan janda empat anak kelahiran 1979 yang berjongkok di atas potongan batang kayu sebesar betis orang dewasa di sebelah kanan depan…
Membaca lima belas kata terakhir dalam kalimat Steven Topik seketika meretakkan dinding pengetahuan saya tentang sejarah kopi di Indonesia. Saya sisir ulang kalimat itu untuk menahan agar…
“Ada penyesalan,” kata Mardalena. Ucapannya seketika membuat perempuan petani kopi lainnya membisu. Seolah menunggu pekikan nyaring sesiar yang bersembunyi di pepohonan di kebun kopi mereda, ia pun…