Kode Kehidupan dari Kicauan Burung di Kebun Kopi Tangguh Iklim

Kulik… kulik… Supartina Paksi baru saja berhenti mengayunkan palu dengan tangan kanannya setelah memaku papan larangan pada batang pohon res yang diselimuti rimbunan daun sisik naga. Tiba-tiba,…

Kedurei Kawo: Ikhtiar Menunaikan Amanat di Kebun Kopi Tangguh Iklim

“Selama ini, kita menganggap kawo dan kebun kawo biasa saja,” ujar Harwan Iskandar yang bersila di tepi kiri terpal plastik oranye yang dibentangkan di pinggir kanan kebun…

Pertahankan Kebun, Perempuan Serawai Petani di Pino Raya: Lum Mati, Lum ke Jerau!

“Pedas padi dimakan kerau,” ujar Ilis. Ucapan janda empat anak kelahiran 1979 yang berjongkok di atas potongan batang kayu sebesar betis orang dewasa di sebelah kanan depan…

Mutigh Kawo(e): Dari Bengkulu, Membangun Narasi Kopi Islam – Sumatera

Membaca lima belas kata terakhir dalam kalimat Steven Topik seketika meretakkan dinding pengetahuan saya tentang sejarah kopi di Indonesia. Saya sisir ulang kalimat itu untuk menahan agar…

Jalan Pulang Kedaulatan Perempuan Petani Kopi: Kebun Kopi Tangguh Iklim

“Ada penyesalan,” kata Mardalena. Ucapannya seketika membuat perempuan petani kopi lainnya membisu. Seolah menunggu pekikan nyaring sesiar yang bersembunyi di pepohonan di kebun kopi mereda, ia pun…

Enggan Menjadi Korban Sunyi Bencana Senyap Krisis Iklim

Desmi Yati tertegun sejenak di bawah dedaunan hijau salah satu pohon kopi. “Di sini lebih banyak,” katanya pelan seolah enggan memberitahukan. Buah-buah kopi hijau muda dan hijau…