Menangis Karena Khawatir Warisan Dunia Alami Kehancuran

Suasana di Balai Desa Pal VIII Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu seketika menjadi hening. Semua orang yang hadir dalam diskusi antara Direktur Eksekutif Non Timber Forest Product – Exchange Programme (NTFP-EP) Asia Eufemia Felisa L. Pinto, Direktur Eksekutif NTFP-EP Indonesia Jusupta Tarigan bersama perwakilan Komunitas Perempuan Penyelamat Situs Warisan Dunia (KPPSWD) dan Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) Desa Pal VIII pada siang Minggu (28/5/17) itu diam tertegun.

Gangguan Keutuhan Situs Warisan Dunia Berdampak Nyata Bagi Perempuan Desa

Dampak dari gangguan keutuhan Taman Nasional Kerinci Seblat (Situs Warisan Dunia) dan perkembangan daerah telah dialami secara nyata oleh kalangan perempuan desa. Hal ini terungkap dalam diskusi Perkumpulan LivE, Komunitas Perempuan Penyelamat Situs Warisan Dunia (KPPSWD) dan perempuan di Desa Karang Jaya, Sumber Bening, Pal VIII dan Babakan Baru, empat dari 26 desa yang bersentuhan dengan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Rejang Lebong.

Siswa sekolah dasar

Apa Mimpi Anak-anak Korban Kebakaran Hutan

Yasmin dan Karim, dua sosok anak kecil di pedalaman hutan Kalimantan menjadi salah satu contoh bagaimana mimpi anak-anak yang menjadi korban kebakaran hutan. Bagaimana tidak, ketika yang lain memilih bercita-cita jadi dokter atau pilot, keduanya justru memilih cita-cita unik. Bagaimana cerita mereka?

Tengkiang, Penjaga Ketahanan Pangan Suku Serawai yang Hilang

Suku Serawai Bengkulu mengenal nama Tengkiang, Ladung atau Belubur. Ia berupa bangunan yang menjadi tempat menabung padi hasil panen. Bangunan inilah yang menjadi pintu penjaga ketersediaan pangan. Masih adakah bangunan ini?

Dari Sampah, Guru di Bengkulu Bisa Terbang ke Nepal

Guru SMP di Bengkulu ini sejatinya bukanlah seorang peneliti. Namun berkat kemauannya belajar, dan berbagi. Ia kini dikenal sebagai inovator untuk pembuat mikro organisme lokal untuk pupuk kompos. Dan berkat itu juga, ia pernah dikirim ke Nepal untuk berbagi. Siapa sosok guru ini?

Hidung Pesek Ternyata Dipengaruhi oleh Perubahan Iklim, Percaya?

Sebuah riset internasional yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Genetics mengumumkan hasil mengejutkan soal bentuk hidung manusia. Dalam riset seperti yang dilaporkan National Geographic, adanya bentuk hidung pesek, mancung, lubang hidung yang sempit atau pun lebar, ternyata dipengaruhi oleh iklim.