Perempuan Petani Kopi Ajukan Ranperdes untuk Hadapi Perubahan Iklim

Inisiatif perempuan petani kopi di Desa Batu Ampar dan Desa Pungguk Meranti menyusun dan mengajukan Ranperdes tersebut bukan tidak beralasan. Mereka telah merasakan secara nyata berbagai dampak dari perubahan iklim, dan mengkhawatirkan dampaknya akan semakin memburuk pada masa mendatang.

Hutan, Pangan, Hak Perempuan dan Otobiografi

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) merupakan taman nasional terluas kedua di Indonesia. Membentang di wilayah Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Bengkulu dengan luas mencapai 1,4…

Bedah Buku Kumpulan Otobiografi Perempuan Pelestari Hutan Larangan agar Menjadi Inspirasi

Merayakan Hari Bumi 2023, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu bersama Koperasi Perempuan Pelestari Hutan dan Lembaga Kajian, Advokasi dan Edukasi (LivE) menggelar diskusi/bedah buku Membangun Jalan Perubahan:…

Feni Oktaviana dan Nurlela Wati: Menulis Otobiografi untuk Memperjuangkan Hak-Hak Perempuan

Kami menulis otobiografi karena ingin menyuarakan perjalanan hidup, pengetahuan tentang hutan, pengalaman dan upaya memperjuangkan hak-hak perempuan.

Kopi Semang: Menghadapi Krisis Iklim, Melestarikan Satwa Liar dan Merawat Tradisi Luhur

Kopi Semang adalah kopi yang diproduksi oleh perempuan petani kopi yang berupaya melawan krisis iklim, melestarikan satwa liar dan menjaga tradisi luhur.

Perempuan dan Kehutanan Komunitas di Indonesia: Sebuah Catatan Singkat

Sudah lebih dari empat dekade diskursus tentang perempuan dan kehutanan komunitas (community forestry) dikumandangkan. Di Indonesia, baru di Provinsi Bengkulu terdapat kelompok perempuan yang berhasil mendapatkan legalitas hak akses, partisipasi, kontrol dan manfaat hutan melalui Perhutanan Sosial.